Komunikasi Politik dalam Sistem Politik

Komunikasi Politik dan Sistem Politik

A. Komunikasi politik
Gabriel Almond pernah mengkatagorikannya sebagai satu dari empat fungsi input sistyem politik,Kemudian mereka yang menggunakan pendekatan komunikasi politik terhadap system politik telah menjadikan komunikasi politik sebagai penyebab bekerjanya semua fungsi dalam system politik.Kominikasi politik sebagai layaknya darah,mengalir pasan – pesan politik berupa tuntutan,proter dukungan (aspirasi dan kepentingan ) ke jantung ( pusat ) pemprosesan system politik ,dan hasil pemprosesan itu yang tersimpul dalam fungsi – fungsi out-put ,lalu dialirkan lagi oleh system politik dan selanjutnya menjadi feedback system politik.Begitulah komunikasi politik menjadi system politik itu hidup dan dinamis.
Sebagaimna dapat dilihat ,pada tiap bagian dari system politik terjadi komunikasi politik,mulai dari proses penanaman nilai (sosialisasi politik atau pendidikan politik ) sampai kepada pengartikulasian dan penghimpunan aspirasi dan kepentingan ,terus samapi ke proses pengambilan kebijakan ,pelaksanaanya,dan penilaian terhadap kebijakan tersebut.Tiap – tiap bagian atau tahap ,itu dipersembahkan pula oleh komunikasi politik.
Lebih jauh dapat digambarkan peran penting komunikasi politik dalam pemeliharaan dan meningkatkan kualitas kehandalan suatu system politik yang sudah mapan.ia berperan penting sekali dalam memelihara dan mengembangkan budaya politik yang ada berlaku yang telah menjadi landasan yang mantap dari system politik yang mapan dan handal.Komunikasi politik mentransmisikan nila – nilai budaya politik yang bersumber pandangan hidup atau ideology bersama masyarakatnya kepada generasi baru dan memperkuat proses pemberdayaanan dalam diri generasi yang lebih tua.dengan demikian budaya politik dipelihara dengan baik,mungkin bahkan berakar dan berkembang dari generasi satu ke generasi yang lain.biasanya budaya politik seperti itu hadir dan berkembang dalam situasi sistem ploitik demokrasi yang memiliki ideology terbuka, bukan dalam system politik otoriter / totaliter dengan ideology tertutup dan bukan pula pada system politik yang anarkis atau semeraut bahkan kacau.

B. Beberapah Komunikasi politik dalam sistem politik
1. Komunikasi Politik dalam system Politik Otoliter / totaliter
Sistem politik otolitr / totaliter biasanya memiliki system politik tertutup ,meskipun diantarnya secara formil terbuka,dalam ideologinya tertutup bilamana penafsirannya di monopoli oleh penguasa,pemonopolian itu di pakai oleh penguasa untuk memperkuat kekuasaanya,karena hak monopoli atas ideology tersebut sebagai senjata ampuh untuk melumpuhkan atau menghancurkan siapa saja yang menrkritiki apalagi menentang kekuasaannya.Dengan demikian ideology menjadi dokmatis ,kaku dan beku ,serta pada waktu yang sama menjadi alat yang ampuh untuk menyingkirkan bagi siapa saja yang yang dicuranginya.melalui itu tercipta dan berkembang system politik otoriter yang menakuti dan menindas rakyatnya.
Penguasa yang mengetahui makna penting dari kominikasi politik biasanya memanfatakan komunikasi politik itu memelihara dan memperkuat kekusaannya,termasuk sebagai senjata untuk menteror mental masyarakatnya agar meraka tyaat dan patuh kepada kekuasaannya yang menakutkan dan semena – mena itu.sifat komunikasi politik dalam system politik otorite / totalitr adalah satu arah,yaitu dari atas kebawah,dari penguasa ke masyarakat,dan oleh karena itu indokrinatif,kominikasi ibdokrinatif tercermin dalam proses sosialisasi politik masyarakatnya,dimna kebenaran ideology menurut penafsiran penguasa yang monopolinya tak dapat dipertanyakan apalagi dibantah.Dalam system politik otoriter penguasa biasanya mendiminir atau mengontrol semua jaringan politik ,baik pada setiap bagiannya maupun keseluruhan system politik itu,sehingga semua fungsinya ,bai funfsi in-put maupun out put praktis berada didalam tangan atau berada dibawah pengendaliannya yang ketat.
Fasisme Nazi Jerman dibawah hetler dan komunisme Rusia di bawah stalin adalah dua contoh par excellence dari sistem politik otoriter / totaliter .sebagaimna di ketahui system politik otoriter / totaliter sangat tidak manusiawi,ia sangat merendahkan dan bahkan menindas harkat dan martabat manusia.
2. Komunikasi Politik dalam Sistem Politik Anarki
Sistem politik yang anarkis,atau yang berkecendrungan kuat kearah itu ,biasanya diwarnai oleh lemahnya atau belum begitu disepakati apa yang seyogyanya menjadi ideology bersama .Hal itu mungkin disebabkan oleh belum begitu dihayati atau membudayanya ideology tersebut masih dipersaingkan dan dipertentangkan dengan ideology – ideology lainnya yang hidup dan didukung oleh kalangan tertentu dalam masyarakat .bagaimana pun juga apa yang menjadi ideology bersama itu,kalaulah ada dan mungkin pula sangat relevan untuk di pakai sebagai landasan dan sekaligus sebagai tujuan kehidupan bersama masyarakat nya ,oleh karena itu satu dan lain hal rupanya member peluang yang sangat luas kepada berbagai pihak atau golongan dalam masyarakat untuk bersikap dan bertingkah laku semaunya dalam suasana keterbukaan atau kebebasan dan tak terkendali.
Dari situ tersimpul budaya politik anarkisme,dimna keterbukaan atau kebebasan yang nyaris tak terbatas dan tak terkendali merangsang orang atau golongan untuk menjadi obsesi dengan ideologinya ,mengutamakan aspirasi golongan – golongan lain .Masing-masing golongan atau kekuatan politik mengurung diri dalam kotak – kotak yang sempit dan ketat.
demikian lah ,sifat komunikasi politik dalam system dan budaya politik seperti ini memperkuat pembenaran ideology golongan,mengutamakan aspirasi dan kepentingan masing – masing,merangsang primordialisme dan mengembangkan suasana saling curiga dan bermusuhan.komunikasi politik seperti itu terjadi pada jaringan struktur di tiap bagiannya dan pada keseluruhan system politik .
Sistem politik seperti itu biasanya mengalami kesulitan yang luar biasa untuk berfungsi,dan malah untuk terus cenderung merosot,peningkatan pertentangan ideology,politik aspirasi,dan kepentingan yang terus dirangsangnya biasanya bermuara pada perebutan kekuasaan yang kejam berdarah.siapa tahu golongan politik yang berhasil keluar sebagai pemenang ,terutama karena sudah lama merasa diri dan ideology nya yang benar ,biasanya segera menciptakan dan mengembangkan system politik yang otoliter/totaliter dengan dilandasi ideology yang menjadi obsesinya.

3. Komunikasi Politik dalam Sistem Politik Demokrasi
Suatu sistem politik demokrasi tidak mungkin bertahan tanpa dilandasi dan didukung oleh budaya politik yang relevan dengannya ,apalagi untuk meningkatkan kualitas nya menjadi satu system politik yang mampan dan handal ,dari situ tersimpul betapa pentingnya makna peranan komunikasi politik di dalamnya,sifat terbuka dari ideology system politik demokrasi memungkinkan dan mungkn menghendaki komunikasi politik mengembangkan dialog yang wajar dan sehat,dua arah atau timbale balik ,baik secara vertical maupun horizontal,sejalan dengan itu tidak ada yang berhak memonopoli penafsirannya ,apakah itu penguasa atau kekuatan politik tertentu ,semua orang berhak untuk mengembangkan pemikiran yang relevan tentang ideology bersama mereka ,dan oleh karena itu semua sama- sama memilikinya .
Sifat terbuka dari suatu ideology demokrasi biasanya sudah hadir semenjak proses perumusannya melalui consensus atau musyawarah mufakat,Oleh sebab itu ideology demokrasi tersebut memang berakar dalam budaya dan pengalaman sejarah masyarakat atau bangsa yang memilikinya .memang ada pula bangsa – bangsa yang pada mula nya menerimanya sebagai sesuatu yang diimposisikan kepadanya sebagai akibat dari kekalahannya dalam peperangan seperti jerman barat,Italia dan Jepang yang kalah dalam perang Dunia II ,tetapi secara berangsur – angsur karena sifat terbukanya ,ideology demokrasi diterima dengan kesadaran ,dan oleh karena itu menumbuhkan dan memantapakan akarnya dalam diri bangsa – bangsa itu.
Sebagaimna dapat dilihat dari uraian diatas ,sifat terbuka dari suatu ideology demokrasi telah memberikan apa yang kita sebut “dinamika internal” kepada ideology itu .dinamika internal yang terkandung dalam ideology demokrasi itulah ,sebagaimna tercermin dalam sifat terbukanya ,yang merangsang beebagai pihak dalam masyarakatnya ,terutama kaum cendikiawannya,untuk terus mengembangkan pemikiran – pemikiran baru yang relevan dengan nya dari masa ke masa dari generasi ke generasi .komunitas politik yang terkadang berakar ,hidup dan berkembang di dalamnya berperan penting sekali dalam menggerakan berbagai fungsi system politik itu.pada tingkat kualitas yang tinggi itu ,ideology dan system politik,budaya politik beserta komunikasi politik yang demokrasi itu boleh dikatakan sudah mencapai taraf tak akan lapuk oleh hujan,tak akan lekang oleh panas,dan tak akan berkarat oleh waktu ia relative telah menzaman.

4. Komunikasi Politik dan Sistem Politik Demokrasi dalam Transisi
Kunsi utama yang memungkinkan suatu ideology demokrasi bertahan dan mengrmbangkan dirinya dalam masyarakat yang menganutnya adalah kesadaran dan keyakinan mereka yang kuat tentang kebenaran ideology itu sebagai ideology yang paling pas dan yang paling tepat bagi mereka dalam membangun suatu kehidupan masyarakat ,berbangsa dan bernegara dengan segala aspek nya.Dengan perkataan lain ,ideology demokratis itu memerlukan proses pemasyarakatan ,pembudayaan dan pengalaman ,atau menuryt istilah kalangan ilmuan.
Dalam masa transisi ada masyarakat ada masyarakat yang dapat mengatasi berbagai macam kesulitan itu ,sehingga pada akhirnya ideology tersebut betul – betul membudaya dan benar di amalkan ,begitulah kondisi ideologi demokrasi yang masih lemah dan masa transisinya mudah mengandung anarkisme ,dan mudah berujung otoriter / totaliter.Memang sifat terbuka yang menjadi esensi dari ideology demokrasi merupakan delema kepadanya ,sifat terbuka itu menujukan kelemahannya dan sekaligus kekuatannya .tetapi pada waktu yang sama sifat terbuka itu bisa menjadi kunci dinamika internal yang terkandung didalam dirinya yang menjadikannya hidup ,dinamis dan responsive sehingga dengan demikian ia makin berkembang ,makin kuat dan makin mantap .
Oleh karena itu,suatu ideologi demokrasi harus berani menghadapi kenyataan bahwa dirinya mengandung delema yang melekat pada sifat terbuka yang menjadi esensinya,Masyarakat atau bangsa yang memilikinya harus berani menghadapi resiko yang terkandung dalam dilema yang selalu melekat dengan ideology demokrasinya.mengetahui dan menyadari dilemma dengan resikonya itu sangat berperan positif dalam mengembangkan sikap dan tingkah laku hati – hati dan rasa tanggung jawab yang tinggi masyarakat trhadap ideologi demokrasinya ,terutama pada masa transisi dimana kesadaran dan keyakinan mereka terhadap ideology demokrasi mereka itu belum begitu kuat dan mantap.hal itu memberikan isyarat bagaimna seyogjanya mereka mengembangkan komunikasi politik mereka ,baik dalam tahap – tahap di masa transisi maupun sesudah itu .
Dan pada akhirnya setiap orang ataupun masyarakat dimana pun berada, komunikasi politik yang paling efektif yang di gunakan adalah komunikasi politik yang pemerintahannya menggunakan sistem demokrasi, karena suara-suara dari rakyat kecil akan didengar dan tanpa ada tekanan dan hukum yang melarang ketika rakyat akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan demi kesejahteraan semua, di Negara kita Indonesia sistem komunikasi politik yang demokrasi akan membawa perubahan yang lebih baik lagi, tidak banak lagi masyarakat yang takut akan menyampaikan keluhan dan mengkeritisi pemerintah.
by dari berbagai sumber
Iwe_fls

Categories: Pengetahuan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: